Larian Sunyi (Untukmu, Part 18)
Meredup senja Hingar bingar canda Berlari ke tepi Ingin sunyi Tahukah kau? Lagi, kau kirim senja Aku diam, Hatiku tergelak lugu Sadarkah kau? Kutahu itu…
Meredup senja Hingar bingar canda Berlari ke tepi Ingin sunyi Tahukah kau? Lagi, kau kirim senja Aku diam, Hatiku tergelak lugu Sadarkah kau? Kutahu itu…
Lebaran masih 3 minggu lagi, tapi bandara udah kaya gini ramenya? Liburan kuliah pas banget sama waktu Ramadhan plus lebaran, pasti satu frase yang langsung…
Mungkin aku tak cukup lama menjadi satu penambah jumlah penduduk di Jakarta yang semakin padat ini. Terbukti, kesekian kali aku ke Monas tetap saja harus…
Semakin lama, semakin sulit aku mendefenisikan kata itu. Jika rindu kian membuatku bertahan, mampukah aku berjanji dengan perasaan? Tahukah kau, aku hampir saja memutuskan untuk…
Takkah kau lihat aku terdiam? Benci! aku ingin membencimu..! Sungguh Siluet cinta itu ingin tenggelam Aku ingin mengelam Dalam diam atau kelam Takkah kau akan…
Berirama dingin Mengikuti sayup angin malam Terlena oleh decah suara jangkring Namun sunyi Aku kembali diam dalam temaram Mawar putih menghampiri Bertanya tentang irama malam…
Siang cerah, senyuman indah sang surya Jika malam menjadi tanda gelap Sungguh aku tak ingin bertemu bintang Malam bukan tanda berakhir siang Bintang bukan tanda…
Cerita ujian. Hmm, SKS kah? Sistem kebut semalam! Entah fenomena ini terjadi Cuma di gw atau umumnya mahasiswa/i. Pajak..! Ujian yang makan waktu ampun gila…
Terali satu cinta termakna dalam senja mengenal siluet jingga Hanya jika Menderu semakin liat tetap berkutat Tapi warna jingga tak pernah kuat hanya sekejap, melambat…
Ini bukan puisi yang bercerita tentang Cinta Yang Bisa Bahagia Demi dua matahari yang tandas oleh rinduku Demi langit apabila tersingkap gaun biru Dari raga…