La La Land: Tentang Passion dan Cinta

Di tengah deadline, sahabat gw tiba-tiba ngajakin nonton bareng. Gw baru dengar judul La La Land, nggak tau siapa yang main, dan nggak sempat liat trailer-nya di youtube. Selagi nontonnya setelah urusan gw sama klien beres, gw mah nurut. Mulai dari tempat, jam, dan kursi dia yang pilih. Just because she is my good friend. I trust her.
Bukan kartun, kan?” Cuma satu itu pertanyaan gw begitu nyampe XXI. Dia menggeleng dan gw ngikut aja.
Scene awal, gw bingung. Buset, ini film nyanyi-nyanyi. (Okay, gw telat 10 menit masuk teater). Nggak mudeng. Gw bingung, teman-teman Mia (Emma Stone) dalam lagu pertama itu nyata atau cuman khayalan dia. Beberapa menit selanjutnya masih nggak mudeng. Sampai scene Mia dan Sebastian (Ryan Gosling) ngobrol ngalur ngidul di parkiran. And, that second…I fell in love with this movie!

Yes, it’s about passion and love. The two my fav words.
Dua kata-benda-tak-berwujud ini selalu jadi perbincangan paling hangat di usia gw. Diskusi yang nggak pernah habis. Dua hal yang sekaligus bikin hati dan logika korslet.
Mia dan Seb tahu betul apa passion mereka. Mereka memilih untuk mengejarnya. Apapun yang terjadi. Cinta yang ada di antaranya menjadi kekuatan passion itu sendiri. Gelombang rasa yang menemani, menyemangati, meyakinkan, dan menguatkan dalam waktu yang sama.
“Don’t think what others say. Just do it!”
Kalimat ini menohok banget buat gw. Nemuin passionaja susah. Nah, setelah udah nemu jalannya juga nggak mudah. Banyak yang harus dilewati daripada sekadar wawancara dan tanda tangan kontrak di perusahaan.
Tiap passion dimulai dari nol. Apapun gelar di belakang nama. Dan siapa pun keluarga di belakangnya. Karena rasa puas, sayang, dan cinta…cuma diri sendiri yang tau. I got this from this movie!
Gw suka banget ketika Mia dan Seb saling berbagi mimpi. Ini impian semua pasangan di dunia kayaknya. Saling mendukung, saling mengingatkan, dan saling mencintai.
Ya, cinta itu dampaknya luar biasa! Sebelum Mia dan Seb bertemu, mereka udah tau apa yang mau mereka kejar. Tapi, begitu cinta itu ada..semuanya menjadi begitu nyata.
Okay, walaupun ending-nya bikin sahabat gw nangis bombay. Sorry, gw nggak mau cerita bagian itu.
The point is, passion tetap harus dikejar. Apapun itu. Bagaimana pun itu. Hidup cuma sekali. Lakukan yang membuat hati dan logika mencapai klimaks.
And, about love…Finding a love is the most important too. I wanna write more about this. But, I’m sorry…I my self couldn’t explain it more to my own heart.
Finally, I recommend this movie so much.
Passion and love! U will find it and feel in…in this movie! Guarantee!

Gizsya 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: