Indahnya Islam: Pulang Kampung

Lebaran masih 3 minggu lagi, tapi bandara udah kaya gini ramenya?
Liburan kuliah pas banget sama waktu Ramadhan plus lebaran, pasti satu frase yang langsung tersirat dengan refleks tanpa gerakan sensori yang lambat, yaitu ‘Pulang Kampung’. Buat gw dan beberapa teman gw yang notabene pelajar musafir, liburan yang diatur kampus gw ini emang asyik banget. Liburan yang bikin setiap mahasiswa/i di kampus gw punya waktu banyak buat perbaikan gizi.

Tapi, pernah nggak sih kepikiran buat nggak pulang pas liburan? Kondisi kampus yang selalu mengizinkan kesempatan magang dan banyak organisasi luar kampus yang menggiurkan, pernah nggak sih bikin pengen tetap stay di Jakarta?
Teman gw pernah bilang, “ Sya, ngapain sih lo pulang? 2 bulan di kampung, bisa nggak produktif lo. Mending lo stay di sini aja. Magang kek, free lance kek. Ntar aja lo pulangnya…”
Ya, emang liburan 2 bulan cukup panjang dan mungkin memang akan membuat gw jadi kucing manis kalau gw stay di kampung halaman. Tapi, bukannya kalau gw tetap stay di Jakarta dan melakukan ini itu_ yang notabene tetap hobi gw, berarti gw egois?
Satu lagi, budaya mudik Lebaran ternyata punya andil yang cukup besar. Kalau liburan semester ganjil sering membuat gw memutuskan tetap stay di Jakarta, nggak buat liburan tahunan! Budaya mudik bukan sekadar untuk melakukan makan sahur dan shalat Idul Fitri bersama, tapi melakukan kegiatan sederhana yang sangat indah, SUNGKEMAN..!
Ya, hanya demi memeluk orang tua dan mengharap ridho  maaf.
Menjadi lebih produktif disaat liburan memang indah, tapi memeluk hangat indahnya keluarga jauh lebih bermakna.
Cengkareng
Sabtu, 4 Agt 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: