Malam Ini Saja

Aku yang mencintaimu lebih dari kata-kata
Aku yang merindumu lebih dari langit yang merindukan bumi
Ketika Dewa Malam menyampaikan rindu pada Dewi Pagi
Dan ketika Dewi Senja  menyampaikan surat pada Dewa Malam
Ketika itu aku merindumu
Dalam kata yang terkulum rapi di mulutku
Dan tertancap dalam di hatiku
Kau kah itu?
Pangeran dari langit utara?
Para kurcaci menyebutmu Bintang Utara
Haruskah aku belajar menggunakan sayap ini untuk menemuimu di ujung utara?
Ataukah aku harus meminta Dewi Senja untuk menyampaikan surat pada Dewa Malam?
Aku yakin Dewa Malam akan mengizinkan
Yakin sekali
Karena dia sangat memahami hati yang sedang rindu
Dia bilang itu lebih menyedihkan daripada mendung
Lebih mengerikan daripada petir
Dan lebih menyakitkan daripada gemuruh
Maka, aku yakin tanpa getir ia akan mengizinkan
Tapi, kau wahai Bintang Utara
Bersediakah kau hadir di mimpiku malam ini?
Karena aku lebih memilih mengungkapkan rindu ini dengan kata-kata
Setidaknya untuk malam ini. Aku belum siap untuk bertemu denganmu
Hanya malam ini saja
Ku mohon, hadir di mimpiku
Malam ini saja

 Gizsya
03.17 – 01.27.16

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: