Sajak Hujan (Untukmu, Part 9)

Berderak dingin
melambat
terhuyung cemas
lalu memudar
Lihat, tetesan itu kembali jatuh
merangkai sebuah nama
terbawa angin
bersama rinai
canda
rinai itu membasahi kepala
membuat pusing
namun, tetap terpatri harapan
satu dua langkah
demi bentukan senyum
berderak dingin
lalu berlari
semakin kencang
lalu diam
akankah?
Kamis, 26 Jan 2012
Sweet room, 9.13 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: