La Tahzan, Jalan Hidup Siapa yang Tahu

We write our plans everyday, but Allah has the eraser.
Ketika hidup terus diuji dengan banyak cobaan, apakah yang ada di dalam hati dan pikiran?
Ada yang marah. Ada yang menangis. Ada yang diam. Bahkan ada yang tertawa. Apapun reaksi pertama yang didapat, hidup terus berjalan. Seperti bumi yang terus berputar.
Tapi, bukankah selalu ada pelangi setelah hujan? Pun jika ia tak tampak, ia ada ditempat lain. Tempat yang tak terlihat. Seperti malam yang pada waktunya akan bertemu pagi. Seperti daratan tandus yang punya mata air walau tak terjamah. Ah, klise memang. Tapi, memang seperti itulah kehidupan. Bukankah Allah sudah memberikan contoh lewat alam?
Bumi punya porosnya. Bumi punya garis edarnya sendiri. Walau tiap kali bumi harus siap tertabrak meteor atau benda lainnya yang sering kata NASA akan segera merusak tempat tinggal kita ini, bumi tak pernah berhenti berotasi dan berevolusi. Ya, seperti itu.
La tahzan. Jangan bersedih.
Untuk semua orang yang telah membagi air mata bersama, tetaplah kuat. Ini hidup. Hidup itu tentang bagaimana kita bermimpi. Itulah makna hidup. Maka, kita tak boleh kehilangan makna hidup. Jangan berhenti bermimpi. Jangan lupakan tangga mimpi yang telah dibuat. Pun jika Allah menghapus tangga mimpi itu, Allah pasti telah menyiapkan tangga mimpi yang lain.
Jalan hidup siapa yang tahu. Cuma Dia, Allah Maha Baik Sang Maha Sutradara. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: