Kelas Inspirasi: Cuti Sehari, Seumur Hidup Menginspirasi

Cuti sehari, seumur hidup menginspirasi.Begitu tagline-nya.
Ini tahun pertama gw ikutan Kelas Inspirasi Jakarta setelah tau tentang kegiatan ini sejak beberapa tahun yang lalu. Karena untuk jadi inspirator butuh pengalaman kerja dua tahun, akhirnya gw baru bisa ikutan tahun ini. Dan dengan penuh kesadaran, akhirnya gw daftar dan dengan ketidaksadaran mereka, gw dilulusin. Hihi..
Berjumlah 24 volunteer yang tergabung dalam Kelompok Satu, gw dengan banyak profesi lainnya mengajar satu hari di SDN Johar Baru 17, Jakarta. Hari Inspirasi jatuh pas banget sama Hari Pramuka dan bertepatan juga hari Senin. Liat anak-anak pake baju Pramuka upacara bendera gw malah baper inget masa-masa kemah dulu. Kalau Hari Pramuka gini pasti kemah deh. Masa-masa nggak mandi, makanan kurang garam, tenda kebanjiran, tapi happy maksimal. Belum lagi seru-seruan mainan outdoor di hutan. Gelantungan di jembatan dengan lebar 10 centimeter di atas sungai, manjat pohon digigitin semut, atau dicium lintah tapi ketawa-ketawa. Belum lagi cerita ngejar kuntilanak terbang karena penasaran. Hahaha.. Lah, kok jadi Pramuka. Pardon me
Back to Kelas Inspirasi..
Dengan tema Merdeka Bercita-Cita, kami bermain sambil belajar menjelaskan tentang profesi masing-masing dan menularkan semangat bercita-cita. Di sini, dipendem banget deh makna ‘kuli corporate’ sebenarnya. Hahaha..Yang anak-anak tau, we must work hard for better future. That’s it. Nah, gw sendiri lebih menitikberatkan mereka untuk mengikuti kata hati dan lebih mencintai diri sendiri. Kagak tau dah nempel atau nggak, tapi ya gitu. Gw usaha aja. Demi kemaslahatan hati anak-anak di masa depan, bahwa kerja itu butuh cinta. Tsah…
Oke, cerita paling utama menurut gw..bukan tentang gw jadi inspirator, karena kucing gw juga tau kalau gw cukup geblek. Kemarin, 14 Agustus 2017 gw lah yang terinspirasi, guys. Jadi guru itu nggak mudah, sumpah.
“Ibu, airnya tumpah..”
“Ibu, ada yang berantem.”
“Ibu, dia ngambil pensil saya.”
“Ibu…ibu…”
Dan seketika itu juga gw pengen freeze atau terbang ke Mars. Hahaha..
Segitunya, Sya? Iya…
Sejak beberapa tahun lalu, gw emang udah sering main sama anak-anak. Tapi, ngajar di kelas sangat jauhhhh berbeda. Gw yang kebetulan dapet anak kelas 2 SD, akhirnya paham kalau masa anak-anak itu ya emang masa main dan masa butuh perhatian (read: cinta) banget.
Thumbs up, buat seluruh guru di dunia. Pekerjaan ini mulia tiada tara. Gw yang pusing ngadepin deadline nggak bisa disejajarkan dengan kesabaran dan ketulusan para guru. Dear Indonesia, plis banget kesejahteraan guru diperhatikan. Mereka itu pahlawan sejati, suer!
And, last but not least yang nggak boleh ketinggalan. Semua kerjaan itu emang ada pusing dan happy-nya. Dari banyak profesi yang gw temuin di kelompok gw aja, they have their own taste. Hmm, gimana ya mendeskripsikannya. Intinya, kerja itu yang emang harus dinikmati, disyukuri, dicintai. Apapun bentuknya.
Hari itu, gw banyak belajar, gw banyak bersyukur, dan banyak senyum tawa.
Thanks guys, teman-teman volunteer Kelompok Satu, kalian luar biasa. Thanks banget Kak Astrid, kakak fasilitator yang sabar tingkat dewa ngadepin kami yang geblek tingkat tinggi. Thank you SDN Johar Baru 17. Thank u so much anak-anak, para bapak ibu guru, kucing, jajanan SD kaki lima, lapangan, langit, lagu, tarian, flash mob, tawa dan ceria yang nyatu jadi satu.
Thank you, Kelas Inspirasi Jakarta.

@gizsyaresha
07.36 – 15.08.17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: