Jaring Perindu

Aku masih terhenyak kagum dalam rindu tiap kali kubaca puisimu
Kau tau rasa apa yang lebih menyedihkan dari rindu?

Jika kurakit jaring laba-laba malam tiap sendu
Sekalipun tak ingin kubangunkan kau dari tidurmu
Tak kukasihani laba-laba penyulam jaring perindu
Kau tau kenapa aku begitu
Ahhh..
Lagi, aku suka mencium angin malam
Seperti lentera menciumi tiap bau embun malam yang tak perlu
Selalu jadi temaram
Tanpa suara, tanpa cahaya, tanpa rindu
Ingin kukencani tiap kurcaci malam yang memberiku lagu
Tapi, rasa ini masih terlalu kaku
Ada paku tertancap dalam hati yang tak ingin ragu
Yang hanya tau tentang rindu
Jika aku boleh menulis satu pinta, bisakah kau menulis puisi untukku?
Gizsya

01.42 , 09.09.15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: