Fase Dewasa, Fase Kehilangan Sahabat Satu Persatu

Entah kenapa beberapa bulan ini gw kangen banget sama sahabat-sahabat gw. Eh, gw tau dink apa alasannya. Karena kesibukan gw berubah. Iya, berubah. Gw bukan pelajar lagi.
Gw kangen masa-masa ketawa bareng di Student Lounge. Kangen nongkrong bareng di Mcd nge-wi-fi berjam-jam cuma dengan beli es krim Sundae. Kangen ritual nitip absen cuma karena ngantuk dengerin penjelasan dosen. Kangen belajar sampai pagi menjelang ujian. Kangen contek-contekan lewat whatsapp group waktu kuis di kelas. Kangen rapat BEM. Kangen teman-teman Pajamas. Kangen kuliah.
Masa paling kangen adalah masa SMA. Kangen jalan-jalan keliling kota bareng sahabat gw namanya Ayu dan Fitri. Kangen bolos kelas tari dengan alasan ngumpulin karya mading (majalah dinding). Kangen telat ke sekolah dan harus ngutip sampah sebelum masuk kelas. Kangen diomelin sahabat gw, namanya Kiki karena gw asyik main Sudoku ketimbang dengerin guru di depan kelas. Kangen siram-siraman air setelah kegiatan OSIS. Hahaha. Bandel banget ya gw. Kangen masa SMA.
Waktu itu, teman gw pernah bilang, “Ketika lo berada di fase dewasa, lo akan kehilangan sedikit demi sedikit sahabat-sahabat lo. Bukan kehilangan mereka secara utuh. Tapi, seakan ‘hilang’ satu per satu. Karena skala prioritas dan waktu.”
Gw nggak mau bilang ini fase dewasa, but actually I am on that condition. Ketika gw harus punya tanggung jawab kerja dan menghabiskan banyak waktu buat hal yang sama tiap harinya.
Iya, sekolah adalah masa paling indah. Gw setuju banget! Walau waktu sekolah dan kuliah rutinitas sama, tapi tiap hari ketemu ilmu baru.
Hmm, gw nggak mau bilang juga kalau tiap harinya di masa pasca kuliah ini gw nggak nemu ilmu baru, cuma…gw ngerasa ya itu-itu aja.
Iya, hidup nggak bisa diisi dengan cengengesan doank. Nggak bisa juga diisi dengan main-main doank. Atasan sekaligus teman diskusi gw pernah bilang, “Hidup ini serius, tapi jangan dibawa serius.”
That’s why, gw terima kasih banget sama Antonio Meucci yang udah menemukan telepon. Jadi, kalau nggak bisa meet up karena ‘work day’, gw bisa nelepon temen gw. Hihi.. And, I got one conclusion this night. “Friends are like mood booster, they know how to cheer you up.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: