Dia Punya Mata dan Telinga

Pada embun ku bertanya

Tentang senyum dewa matahari di saat pagi
Pada hembusan angin ku bergurau
Mencari makna senyum langit jingga
Adakah mereka tau bahwa langit dan bumi punya mata?
Adakah meraka tau bahwa langit dan bumi punya telinga?
Pada dewi senja aku mengadu
Tentang ketidakadilan yang menghadang
Pada dewa malam aku bercerita
Tentang integritas yang didustakan
Sering hati ini meradang marah pada terik matahari
Tapi, tak ingin kusangkal pula
Langit pun akan memberi mendung
Lalu, pelangi setelah hujan
Jika malam tak selalu penuh bintang
Tanyakan pada dewa langit tentang kejora
Dia pasti ada walau tertutup awan
Akan ku teriakkan ketidakadilan mereka pada langit
Akan ku ceritakan tentang kedustaan mereka pada bumi
Karena Dia punya mata dan telinga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: