Tentang Cinta Pertama

“Kenapa lo susah banget sih move on?”
“Dia cinta pertama gw, Giz.”
Yap, itu adalah sepenggal dialog gw sama seorang sahabat yang curhat sambil sesenggukan beberapa hari lalu. Curhatan yang akhirnya menginisiasi postingan kali ini.
Tentang cinta pertama, rasanya….indah!
Kata indah itu buat gw cukup mendefenisikan. Iya, cinta pertama itu rasa yang muncul tanpa ada patah hati sebelumnya, tanpa ada kisah cinta lain sebelumnya, dan tanpa atensi apa-apa. Kalau ada lirik lagu yang bilang rasanya kayak melayang di angkasa, gw setuju. Haha. Iya, lebay. Tapi, mau gimana lagi. Emang cinta pertama seindah itu.
Gw pernah baca, ada efek yang namanya flashbulb memories atau kalau di-translatekenangan lampu kilat. Efek ini menimbulkan sensasi bahagia. Ditambah melubernya hormon dopamin. Buat lo pada yang kalau inget dia aja langsung happy setengah mati, nah..itu mungkin cinta pertama.
Kenangan super indah yang pertama kali dicerna oleh otak ini, yang bikin cinta pertama nggak terlupakan. Romansa cinta pertama ini tulus dan tanpa alasan. Mungkin ini yang bikin banyak pujangga bilang bahwa cinta sesungguhnya itu tak punya alasan. Hahaha..
Cinta pertama selalu punya tempat tersendiri di hati. Katanya, pengalaman cinta pertama ini juga sering menimbulkan idealisme sendiri tentang romansa yang diinginkan, yang actually pada akhirnya ya memang hanya bisa dijalani dengan cinta pertama. Unik juga ya…
Dari banyak kisah..katanya cinta pertama adalah perjuangan cinta paling rumit. Mulai dari takut patah hati, takut salah kata, takut salah bersikap, bahkan takut cinta itu ternodai. Aneh kan?  
Uniknya, bahkan jika cinta pertama ini tidak berakhir bahagia..kenangannya tetap terasa indah. Ya, mungkin karena flashbulb memories itu.
Tentang cinta pertama…
Kadang, masih banyak yang bingung menentukan si dia sebenarnya cinta pertama nggak sih? Karena, bukan berarti pacar pertama adalah cinta pertama, kan? Hmm.. Berdasarkan banyak ‘katanya’ yang udah gw jelasin barusan..cinta pertama itu tetap bertahta di hati. Ketika udah berganti pasangan berkali-kali (pacaran) bahkan yang udah nikah sekalipun (ini katanya ya), cinta pertama masih terngiang. Nggak teritung waktu dan banyak momen lain, tapi sang cinta pertama masih menjadi ingatan yang paling indah. Gokil sih ini…
Meskipun cinta pertama hanya terjadi sekali dan efek bahagianya juga indah luar biasa, nggak berarti cinta pertama menjadi segalanya dalam romansa sepanjang perjalanan hidup. Kalau ada film yang mengisahkan seseorang yang sudah menikah tapi masih mengejar cinta pertama, itu gila sih. Pernah dengar nggak, love will be a crime, if it hurts someone else. Nah, setidaknya atas dasar ini juga menikah itu bukan perkara mudah, walaupun isinya bukan cinta doank.
Kalau urusan begini, beruntunglah kalian para lelaki. Why? Karena laki-laki itu punya takdir mengejar, sementara wanita hanya boleh berdoa. Sama seperti teori ovum yang menunggu sperma terbaik. Even ada yang namanya emansipasi wanita, gw mah tetap berpegang teguh bahwa laki-laki lah yang punya kewajiban mengejar cinta…yang dalam hal ini punya kesempatan lebih besar mendapatkan cinta pertamanya. Hmm…
Tapi, btw..dari tadi ngomongin si pemilik cinta pertama doank. Kisah pasangan yang sama-sama menemukan cinta pertama, itu langka bukan main, kan? Gimana dengan menjadi cinta pertama bagi orang lain?
Seseorang yang mendapatkan cinta pertamanya, biasanya akan mencintai setulus hati. Jadi, bagi yang menerima cinta pertama…I think,itu juga sebuah anugerah yang rasanya….indah!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: