Libur=Hibernasi

“Besok libur, Sya..”
Asyik, hibernate.
Deadline didepan mata, tapi eits..hibernasi dulu..

Banyaknya kegiatan terkadang sering membuat kita lupa akan pentingnya tidur dengan puas. Hmm, emang sih  tidur bukan dilihat dari kuantitas alias lamanya waktu tidur, tapi kualitas tidur. Tapi..

“Sepandai-pandai tupai melompat, pasti jatuh juga. Sepandai-pandai menjaga kesehatan, gua sakit juga”

Ni dia, alasan kenapa gue nulis ginian malam ini. Salah seorang teman membuat status demikian di akun FB nya. Dia salah satu preman priuk yang saya salut banget karena jagonya dia jaga kesehatan. Badan kecil, kagiatan padet, tapi IP tetap mantep.

“Istirahat say, aku tidur 2 hari Alhamdulillah mendingan..”

Nah, ini adalah komen dari teman gue penyandang IP 4 di kampus. Ini doi terkenal banget sebagai mahasiswi yang disiplin buanget dalam mengatur jadwal belajar, makan, tidur, organisasi, de el el. (Padahal gue sering drop juga, hehe..)

Dalam merancang jadwal, terkadang kita hanya fokus pada deadline dan skala prioritas. Apa yang harus didata? Apa yang harus dikerjakan? Kapan tugas ini dikumpul?

Nggak percaya? Ayo buka agenda atau sticky note yang ada di laptop lo.  

Reminder yang kita susun ini hanya mengingatkan kita akan tugas dan deadline. Ketika waktu libur datang, yang teringat adalah mengerjakan tugas tersebut hingga tuntas, dengan alasan “mumpung libur, nih..” Libur pun diisi dengan mengerjakan tugas ini itu demi mengejar deadline atau persiapan ini itu kedepan. Lalu, kapan liburnya?



Defenisi libur secara sederhana adalah istirahat. Refreshing buat otak sedikit renggang dan relaksasi otot untuk penghematan energy. Kalau waktu libur kita gunakan sebagai aji mumpung buat ngerjain tugas de ka ka, kapan otak dan otot kita libur?

Mungkin akan ada jawaban, “Atur waktu tidur yang bagus donk, Sya. Tidur minimal 5-6 jam sehari.”

Pertanyaan gue, “Pernah nggak kalian tidur sambil mimpiin tugas? Sederhana, misalnya malam ini barusan ngerjain soal Cash Flow dan hasil cash kita nggak pas sama cash yang ada disoal. Di ulang-ulang, ehh tetap aja gitu. Kesal dan langsung tidur. Ada nggak diantara kalian yang mimpiin ngerjain tu cash flow waktu tidur? Oke, mungkin ini untuk sebagian orang.”

“Atau, pernah nggak kalian mimpi lagi rapat atau lagi dalam kondisi ngatur lapangan atau dalam kegiatan seminar dan sejenisnya?”

“Paling simple, mimpi lagi dikampus bareng teman-teman?”

Hmm, gue pernah baca artikel (gue lupa sumbernya) yang bilang bahwa ketika kita tidur dan bermimpi berarti otak kita nggak sepenuhya istirahat. Hal ini tentunya mengurangi kualitas tidur kita, bukan?

Ketika kita libur misalnya Sabtu atau Minggu, why not kita jadikan hari itu memiliki judul TIDUR untuk hibernasi. Upz, bukan tidur sampe sore juga. Ya, minimal tidur yang nggak ada alarm waktu bangunnya. Oiyya, hibernasi yang gue maksud bukan libur seminggu hibernasi 7 hari. Tapi, libur yang akhir pekan atau tanggal merah yang sehari-dua hari doank. 😀

Ini ada beberapa trik hibernasi:
1.      1. Buat judul hari tersebut untuk HIBERNASI, yaitu TIDUR.
Hal ini supaya kita fokus untuk kegiatan hari ini, yaitu tidur. Lupakan sejenak tentang tugas dan deadline.
2.      2. Nonaktifkan HP.
Dengan demikan, nggak bakal ada panggilan atau sms untuk tugas de el el. Sebelumnya, lebih baik beritahu orang terdekat kalau kita sedang hibernasi.
3.      3. Jangan buat alarm, kecuali alarm waktu shalat.
Biarkan otak dan otot kita benar-benar puas untuk istirahat. Jangan bangunkan diri sebelum otak dan otot menyatakan bangun. Hmm, ketika kita terbangun karena alarm yang mengejutkan, jantung kita akan melemah, lho.. Kasian jantungnya, kan?
4.      4. Siapkan stok makanan di kamar.
Biasanya, bangun dari hibernasi pasti lapar. Hehe..

Nah, setelah hibernasi ada baiknya untuk tidak langsung kembali berkutat pada tugas. Lebih baik kalau kita mengerjakan hal yang kita suka namun sering terlupa karena jadwal yang padat. Misalnya: karaoke, menggambar, melukis, dan lainnya yang bisa buat hati merasa tenang dan senang.

Setelah otak dan otot kita segar, pasti lebih maksimal dalam mengerjakan tugas. Benar, kan?

Hmm, Pak Mario Seto dalam buku,  ‘202 Mindset Super Orang Sukses’ poin ke-70 mengatakan bahwa,”Suatu kali dalam setiap minggu, tinggalkanlah jam Anda di rumah. Di masyarakat dewasa ini kita sering kali sangat bergantung dengan jam sehingga ia mengatur setiap perbuatan kita secara kaku. Nikmatilah hari Anda untuk melakukan apa saja yang ingin Anda lakukan, dan seberapa lama Anda ingin melakukannya.”

So, kita nggak nunggu badan drop dulu baru tidur puas alias hibernasi. Akan lebih baik kalau waktu libur benar-benar digunakan untuk istirahat, bukan ‘aji mumpung waktu libur’ untuk mengerjakan tugas. Hibernate..! ;D

Selasa, 27 Des 2011
01.38 a.m.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: