Kapan Perokok Merasa Bersalah?

Nangkring di Student Lounge depan kampus, selalu aja bikin gw nahan hidung sampe batuk-batuk.  Atau, sering kali nafsu makan hilang kalau udah nyium asap rokok di sekitar. Bukan hanya pindah tempat makan, bahkan kadang bisa nggak jadi makan.
Pertanyaannya, sebegitunyakah ‘mereka’ para perokok aktif mengganggu hidup gw?
Fine, mungkin gw yang memang alergi asap rokok yang merasa sangat tersiksa.  Secara, gw bisa muntah-muntah kalau kena asap rokok terlalu lama. Nah, lo yang nggak se-alergi gw dan bukan perokok aktif, merasa risih nggak sih kalau ada asap rokok? Boleh ngangguk kalau ‘iya’.
Sekarang, udah nggak mempan kalau perokok dikasi tau bahaya rokok buat kesehatan.  Dikasi tau jelas bahwa merokok dalam menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin, mereka pada cuek bebek aja tuh. Apa karena naluri manusia yang pengen tau kali ya. Kan ada tuh, teori curiousityyang malah membuat kita pengen tahu. Apa karena di tiap bungkus rokok dan iklan rokok ada kalimat nakut-nakutin ‘itu’, malah banyak yang pengen coba dan membuktikan? Kalau iya, geblek  itu orang.
Kalau alasan kesehatan, ada juga tuh dokter-yang kuliahnya lama banget itu tetep merokok. Nah loh.. dengan alasan klise ini itu.., intinya dokter itu ya dokter geblek kalau tetap merokok. Ngangguk kalau lo setuju.
Ini kenapa lo jadi emosi sih, Sya? Maaf..maaf…
Maksud gw nuis ginian bukan buat ngatain orang geblek kok. Maaf yah.. Maaf..
Jadi begini. Kata banyak cendikia, bahagia itu ketika kita mampu memberi manfaat buat orang lain. Ya, minimal buat diri sendiri dan keluarga lah. Terus, gw sering mikir..kalau orang yang membuat orang di sekitarnya merasa terganggu bahkan ‘menderita’ gimana yah?
Say kalau itu koruptor. Jelas banget doi salah karena menyengsarakan banyak orang demi kenikmatan diri sendiri. Nah, kenapa perokok nggak?
Perokok aktif kan merokok buat kenikmatan diri sendiri kan ya? Yang katanya nikmat itu (gw nggak tau rasanya). Nah, asap rokoknya kan menggangu orang sekitar? Malah ada yang batuk-batuk sampai muntah. Kalau sering, malah bisa mengakibatkan penyakit ini itu. Paling sederhana deh, gangguan paru-paru. Sering kan itu terjadi pada perokok pasif yang notabene kena dampak asap dari para perokok aktif? Kita nggak merokok, kena dampak rokok gara-gara mereka yang merokok. How come?
Lebih jauh, perokok pasif bisa meninggal oleh penyakit tersebut karena sering menghisap asap rokok mereka yang perokok aktif. Astagfirullah,andil sebagai penyebab kematian orang lain secara tidak langsung donk?
Jauh banget sih mikirnya? Emang iya kok.
Betapa sedihnya hidup kalau membuat orang lain terluka, bukan?

Disclaimer: Tulisan bukan untuk menggugah hati para perokok aktif.

5 Comments

  1. @ Andreas Hutasoit: Dengan kata lain, dengan merokok, maka sang perokok aktif "sangat baik sekali" mengorbankan diri sendiri dan orang lain hanya demi pembenaran akan tindakan bodohnya tersebut (baca: merokok)!
    Jadi buat para perokok aktif: thanks ya sudah memberikan "sumbangsih" berharga yang notabene jelas-jelas dangkal dan "fana" total 😀 hehe…

  2. Berfikirlah untuk bisa merubah dirimu sendiri dahulu, sebelum engkau berfikir untuk bisa merubah orang lain, karena hidup didunia ini, kita akan terbentur dengan hak-hak orang lain, yang mana kita tidak bisa memaksakan orang lain mengikuti keinginan kita….

  3. @baqir: Setidaknya, jangan menambah jumlah orang yang mengganggu hak orang lain menghirup oksigen yang bersih. Ini bukan memaksa orang lain. Ini toh cuma opini pribadi. Kamu silakan merokok, asal tidak merugikan orang lain (kesehatan orang lain).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: