Kuanggap sebagai Lagu (Untukmu, Part 21)
Jika kau tanya tentang cinta, aku hanya tau tentang rinduJika kau tanya tentang sayang, aku hanya tau rasa rinduJika kau tanya tentang rasa,aku hanya tau…
Jika kau tanya tentang cinta, aku hanya tau tentang rinduJika kau tanya tentang sayang, aku hanya tau rasa rinduJika kau tanya tentang rasa,aku hanya tau…
Bernaung ragaterkikis dahaga Tahukah kau makna terjaga? Bukan senjaaku bilang, aku benci senjaaku benci senja!Mengertikah kau, aku sangat membencinya? Bermusim ceritaSungguh, aku kalut kataTahukah kau makna…
kata angkalama berjumlahkata lidahlama berdiam masih,kau tau itulagi, kau sadar itu kata angka itutak lagi berjumlahbolehkah? masih,kata lidah, tetap diambolehkan menoleh? Jumlah ingin bicaraenggankah kau…
Meredup senja Hingar bingar canda Berlari ke tepi Ingin sunyi Tahukah kau? Lagi, kau kirim senja Aku diam, Hatiku tergelak lugu Sadarkah kau? Kutahu itu…
Semakin lama, semakin sulit aku mendefenisikan kata itu. Jika rindu kian membuatku bertahan, mampukah aku berjanji dengan perasaan? Tahukah kau, aku hampir saja memutuskan untuk…
Takkah kau lihat aku terdiam? Benci! aku ingin membencimu..! Sungguh Siluet cinta itu ingin tenggelam Aku ingin mengelam Dalam diam atau kelam Takkah kau akan…
Berirama dingin Mengikuti sayup angin malam Terlena oleh decah suara jangkring Namun sunyi Aku kembali diam dalam temaram Mawar putih menghampiri Bertanya tentang irama malam…
Terali satu cinta termakna dalam senja mengenal siluet jingga Hanya jika Menderu semakin liat tetap berkutat Tapi warna jingga tak pernah kuat hanya sekejap, melambat…
Ini bukan puisi yang bercerita tentang Cinta Yang Bisa Bahagia Demi dua matahari yang tandas oleh rinduku Demi langit apabila tersingkap gaun biru Dari raga…
Bukan berarti kondisi galau yang bikin gw ngepost ginian malam ini. Gara-gara ada sms nangkring di hp gw, “Sya, kesini donk. Gw lagi di kota…