Nasib Kuli Corporate

Dear guys,
Ehm, what are u doing, Sya?
Ehm, such a bullshit!
Gw lagi di depan laptop. Bukan hal aneh sih, biasanya juga gitu. Di depan laptop sampai mata jereng. Ups, jangan mikir yang serius dulu. Mata gw jereng juga kadang karena marathon nonton drama korea semaleman suntuk kok. Hahha
Gw lagi nggak mau ngomongin acting Park Shin Hye dan Kim Rae Won di Drama Doctors kok (btw mereka keren parah, sumpah). Nah kan..
Okay, back to laptop.
Dulu gw pernah ngomongin yang namanya creative block. Itu loh, monster yang mampu menyita pikiran dan menjelma ulat dalam paru-paru yang membuat sesak dada karena mengalami kesulitan penyampaian oksigen ke otak yang mengakibatkan berkurangnya konsentrasi untuk menyusun kata-kata yang indah dan memberi makna bagi pembaca. (Tarik nafas, buang.)
Nah, buat para pekerja kantoran pasti juga sering mengalami hal begini. Cuma, cirinya sedikit beda. Kalau creative block-nya para pekerja kreatif (penulis, pelukis, dan para sepupunya) adalah tentang ide, Nah, para pekerja kantoran lebih pada kebosanan terhadap pekerjaan yang monoton. Ya, gitu deh. Bergelut dengan entah berapa banyak sheet Excel tiap harinya. Pilah sana pilah sini dokumen, cek sana cek sini file, tanda tangan ini itu kertas (yang kadang nggak dibaca isinya), dan banyak rutinitas lain yang tingkat kebosanannya nggak bisa disamain dengan bosen sama pacar. Shit. Hahaha
Iya.  Bosen. U know what I mean lah..
Alasan gw nulis ginian karena rekan satu tim gw yang sama-sama diuber deadlinetiba-tiba bilang. “Bosen Gizs.” Ditambah teman dari sudut kiri, “Ya emang begini kita. Mau gimana lagi.”
Lalu gw, “Gw juga kok. Main yuk.” Hahaha. We re on the same boat, guys.
Kata-kata ‘main’ yang gw bilang itu cuman buat nyenengin otak doank kok. Karena ya nggak bisa kayak gitu. Masih banyak file yang harus dikerjakan atau klien bakal ngomelin atasan yang berimbas pada gw dan semua anggota tim. Hahaha..
Kalau dulu, gw bilang lagi creative block, klien gw nyuruh gw liburan. Nah, sekarang? Uwooo..
Tapi, ya ini nasib kuli corporate sejenis auditor, analis, atau konsultan. Dinikmati saja.
The point is,,bagaimana tetap memberi reward pada diri sendiri. Sejenis ‘Me Time’ atau relaksasi di tengah kerja, yang bahkan bisa dilakukan di depan laptop. 
Main gadget! Nah, iya. Tapi gimana kalau senior lo negur gegara mainan henpon. Hayoo…
Nge-blog maybe. Okay, ini nggak bisa general karena nggak semua orang suka mainan blog.
Baca buku. Okay. Ini juga nggak general. Masih berbau serius.
Yoga sederhana. Ahaaa! Belakangan ini gw sering yoga sederhana seperti mengatur nafas dan berdiri sempurna di tembok. Kalau kata Dewi Lestari di Serial Petir, gw melakukan apa yang Elektra lakukan waktu bokek parah. Dia mengambil energi dari udara dengan menarik nafas panjang melalui mulut, lalu dikeluarkan perlahan seperti menyebut huruf ‘s’. Hasilnya, oke banget! Atau dengan berdiri sempurna, menempelkan kepala, punggung, dan kaki selurus mungkin. Ini bagus buat tulang. Kata dokter sih, gitu.
Masih tentang kerja as playground.
Just enjoy it!

Gizsya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: