Jika Sistem Divergent Berlaku

Semenjak nonton Divergent Movie 2 tahun lalu, gw sering ngebayangin gimana ya kalau manusia di dunia ini beneran hanya dibagi menjadi 5 sifat? Dan, mereka yang memiliki kelima sifat itu dianggap aneh? Well,setelah nonton Insurgent beberapa minggu lalu, apa yang gw pikirkan akhirnya terjawab. Yap, mereka yang memiliki 5 karakter tersebutlah yang mampu mengubah dunia menjadi lebih baik.
Abnegation, para kaum selfless yang menghabiskan hidupnya membantu orang lain. Amity, orang-orang yang begitu baik. Candor, mereka yang selalu menyatakan segala kejujuran, baik itu perih atau tidak. Dauntless, bagi orang-orang dengan keberanian total terhadap apapun. Erudite, kaum dengan intelegensi super.
Bisakah kita bertindak super berani tanpa logika yang cerdas? Benarkah melakukan kebaikan terus-menerus tanpa memikirkan diri sendiri? Apakah intelegensi merupakan kunci segala penyelesaian masalah? Atau, kejujuranlah yang memegang segala kendali jawaban?
Ya, Allah Maha Baik yang memberikan kita tiap manusia memiliki banyak sifat sekaligus. Pikiran dan nurani lah yang akhirnya memegang tanggungjawab atas tindakan. How to make it balance, adalah perjalanan yang nggak pernah selesai. Bukan tentang bagaimana menjadi manusia sempurna untuk menyeimbangkan semua sifat. Tapi, bagaimana menghadapi tiap masalah dengan tindakan yang sesuai. Baik dalam hal logika, maupun perasaan. Hm, itulah bedanya kita dengan makhluk lain.
Yap, kita nggak bisa hidup dengan mengagungkan satu sifat tanpa integrasi dengan sifat yang lain. Seperti sistem yang tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan integrasi tiap subsistem untuk menuju satu tujuan. Satu subsistem saja gagal, maka tujuan tidak tercapai. Haduh, kenapa jadi serius gini bahasanya?
Tris dan Four yang ganteng banget itu (ups) berhasil mengintegrasikan sifat utama yang harus selalu kita kembangkan, tanpa memilih satu yang harus menjadi dominan. Bukan melulu mengejar IQ, namun juga memperbesar EQ. Ya, begitulah kira-kira kalau ngikut teori Om Ary Ginanjar.
Lewat Divergent dan Insurgent juga jelas terlihat bahwa kecerdasan super mampu merusak dunia sekaligus memperbaiki dunia. Pintar tanpa peduli sesama, bisa pincang. Cerdas tanpa kejujuran, seperti tuli. Kebaikan tanpa logika, juga bisa jadi bisu. Keberanian tanpa tujuan, juga akan buta.  
By the way, setelah Divergent dan Insurgent, lanjutannya apa ya? Mungkin Detergent. Hehehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: