Jadi Pengusaha atau Kerja Kantoran, Siapa yang Lebih Sukses?

Dari zaman kuliah dulu, eh enggak dink. Dari zaman masih SMA atau SMP kali ya. Obrolan simpang siur orang-orang tua di sekitar atau motivator di televisi, hampir semuanya bilang kalau mau sukses itu harus jadi pengusaha biar kerja nggak di atur-atur dan duitnya lebih banyak. Sementara kerja kantoran itu disuruh-suruh, duitnya juga kecil.

Hmm, emang iya kalau pengusaha itu lebih sukses?

Mari kita bahas satu-satu.

Sebut saja Park So Joon. Laki-laki umur 24 tahun, baru lulus S1 Teknik Informatika dan pernah bekerja freelance sebagai barista di Starbak. Doi kemudian membangun usaha coffee shop dengan skill yang dia punya.  Dengan tabungan dan bantuan orang tua,  Park So Joon bisa membeli mesin kopi sendiri dan membuka kafe di Jakarta Selatan. Satu bulan, dua bulan, hingga satu tahun semua berjalan lancar. Park So Joon mampu memiliki profit walau masih di bawah 10 juta rupiah tiap bulannya. Pada satu ketika, pemilik toko menaikkan harga sewa tiga kali lipat yang membuat Park So Joon kewalahan membayar tagihan, hingga akhirnya gulung tikar.

Mau jadi apa?

Berbekal titel sarjana dan skill ‘ngoding’, Park So Joon kemudian melamar ke perusahaan swasta dan diterima sebagai salah satu tim Back End Engineer. Satu tahun, dua tahun, hingga tahun ketiga Park So Joon begitu menikmati pekerjaan sebagai engineer hingga naik jabatan menjadi manager. Di usia muda, Park So Joon kemudian mampu memiliki penghasilan ‘dua digit’ dan mampu membeli mobil sendiri.

Park So Joon kemudian mencoba kembali membangun coffee shop yang dulu menjadi mimpinya. Berjalan beriringan, Park So Joon tidak dapat membagi waktu dengan baik antara kantor dan coffee shop hingga kesehatannya pun menurun. Park So Joon harus memilih untuk berhenti bekerja sebagai manager tim engineer-nya dan membangun coffee shop, atau tidak sama sekali dan fokus menjadi engineer.

Jika kamu jadi Park So Joon, apa pilihan yang akan diambil?

Menjadi entrepreneur atau karyawan di perusahaan adalah pilihan. Bagi Park So Joon kedua pilihan tersebut nggak ada yang salah dan nggak ada juga yang disebut lebih sukses. Selagi Park So Joon happy melakukannya, that’s enough!

Sampe sekarang gw suka bingung kenapa mindset jadi entrepreneur itu dikatakan lebih sukses? Oke, kita persempit dulu.

Makna sukses itu apa sih?

Ini kali ya yang jadi perdebatan. Makna sukses tiap orang itu beda-beda. Ada yang bilang diukur dari harta dan jabatan. Ada yang diukur dari sebanyak apa dia travelling. Ada yang bilang dari seberapa banyak berguna bagi orang lain. Nah kalau gw, sukses itu ya diukur dari seberapa happy ketika mengerjakan hal tersebut dan tentunya rasa syukur dengan hasilnya.

Kalau happy, kreativitas meningkat, kapabilitas naik perlahan, perlahan memberi dampak positif bagi orang lain, dan uang pasti ngalir cuy! Bener ndak?

Nah, jadi stigma untuk cabut dari kantor dan bangun bisnis sendiri, bukan berarti yang paling benar. Ya kalau emang skill-nya dibutuhkan di perusahaan dan dapat menghasilkan income yang oke, kenapa enggak? Atau, cabut dari perusahaan dengan income yang tinggi untuk bangun bisnis sendiri karena cinta banget jadi barista, kenapa enggak?

It’s all about choice. Dan tentunya, pilihan bahagia masing-masing.

Gw personally bukan orang yang suka kerja kantoran, tapi bukan karena alasan disuruh-suruh atau duitnya kecil. Tapi, karena gw emang lebih suka kerja freelancer karena sekarang udah jadi istri. Dulu sebelum nikah juga kerja kantoran dan sempat merintis bisnis sendiri, dan gagal.

Being an entrepreneur is not easy. Being an employee is also not easy. Being a freelancer is not easy too. Nggak ada yang lebih mudah atau lebih susah. Nggak ada juga yang lebih sukses satu dari yang lain. Semua ada kurang lebihnya masing-masing.

As long as u re happy doing that, nggak perlu dilema apalagi membanding-bandingkan.

Pertanyaan selanjutnya, gimana cara tau kita udah happy atau belum dengan keadaan sekarang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: